KONSEP ASUHAN
KEPERAWATAN
A. PENGKAJIAN
I. Biodata
1) Identitas klien
Nama : “An.Y”
Umur : 4,5 Tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Alamat : Kmpng.bugis
Tgl.masuk : 29 Juni 2010 jam 10.30 Wita
Tgl pengkajian : 30 Juni 2010 jam 11.30 Wita
Diagnosa medik : faringitis
A. PENGKAJIAN
I. Biodata
1) Identitas klien
Nama : “An.Y”
Umur : 4,5 Tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Alamat : Kmpng.bugis
Tgl.masuk : 29 Juni 2010 jam 10.30 Wita
Tgl pengkajian : 30 Juni 2010 jam 11.30 Wita
Diagnosa medik : faringitis
No MR : 20 20 13
2) Identitas orang tua
Ayah
Nama : “Tn.I”
Umur : 34 Thn
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Karyawna.PT.NNT
Agama : Islam
Ibu
Nama : “Ny.N”
Umur : 30 Thn
Pendidikan : SMA
Pekerjaa : IRT
Agama : Islam
Agama : Islam
II.Keluhan utama/alasan kunjungan
1). Keluhan utama : Panas + muntah
2). Alasan kunjungan : klien masuk puskesmas dengan panas disertai mutah sudah 4 hr yll muntah kurang lebih 7X sehari
III.Riwayat kesehatan
1). Riwayat kesehatan sekarang
Ibu klien mengatakan anaknya batuk pilek sejak 4 hari yll, di malam hari anak demam dan sering mengigau tapi keluarga hanya memberikan obat tradisional, karena tidak ada perubahan dan ibu mengangap tidak begitu parah, ibu klien membawa anaknya ke Rawat jalan dan berdasarkan pemeriksaan anak dinyata+an faringitis maka segera di rawat di UGD.
an akhirnya anak dirawat di puskesmas Taliwang mulai jam 10.30 wita
2).Riwayat kesehata masa Lalu\
a.Prenatal Cares
1.Pemeriksaan
Kehamilan\ :Tiap bulan
pemeriksaan
2.Keluhan ibu selama hami : Tidak ada keluhan berat hanya mual
muntah pada terimister I kehamilan.
3.Riwayat
terkena sinar dan terafi obat : Tidak
ada
4.Kenaikan
badan selama hamil : lupa
5.Imunisasi
TT :2 kali
6.Golongan
darah ayah : lupa
7,Golongan
darah ibu :B
\
b.Natal
1.Tempat
melahirkan :Kelinik bersalin
2.Lama dan jenis persalinan
:SC \
3.Penolong persalinan
: SPOG
4.Carah memudahkan persalinan:Tidak
ada
\ 5.Obat perangsang :Tidak ada
6.Komplikasi waktu :Tidak ada
\ c.Post
Natal
1.Kondisi
pada tahap bayi
\
BBL ;3,2
PBL :56
2.Bayi kemerahan setelah lahir,tidak
ada cianosis\
”riwayat selama rentag usia bayi”
d.penyakit yang pernah dialami :batuk pilek
e.Kecelakaan yang pernah
dialami :tidak ada
f. Tidak penah di operasi riwyat
dirumah sakit sebelumnya
g.Alergi makanan obat obatan : tidak
ada
h.Konsumsi obat obatan bebas jika
sakit :pernah
i.Perkembangan anak dibandingkan
dengan anak yang lainnya sama\ 3).Riwayat kesehatan keluargat\
\
a.Penyakit anggota keluarga yang dialami klien batuk pilek
b.Genogram 3 generasi\
a.Penyakit anggota keluarga yang dialami klien batuk pilek
b.Genogram 3 generasi\

Keterangan :
: Laki- laki
: Perempuan
: Klien
? : Umur tidak diketahui




: garis keturunan
+ : meninggal

Dari keterangan genogram diatas dinyatakan bahwa :
Generasi I : orang tua dari ayah dan ibu klien masih hidup
Generasi II : Ibu dan bapak klien masih hidup, saudara bapak dan saudara ibu
klien masih
hidup
Generasi III : klien merupakan anak pertama dari dua bersaudara dan keduanya masih hidup , klien tinggal serumah dengan ayah dan ibu.
IV.Riwayat imunisasi
Generasi III : klien merupakan anak pertama dari dua bersaudara dan keduanya masih hidup , klien tinggal serumah dengan ayah dan ibu.
IV.Riwayat imunisasi
NO
|
JENIS
IMUNISASI
|
WAKTU
PEMBERIAN
|
REAKSI SETELAH PEMBERIAN
|
KET.TEMPAT
|
1
|
BCG
|
1bulan
|
Demam
|
Di rumah oleh bidan
|
2
|
DPT(I,II.III)
|
2bln,3bln.4bln
|
Tidak ada
|
Posyandu
|
3
|
POLIO(I.II.III.IV)
|
2bln,3bln.4bln,-
|
Tidak ada
|
Posyandu
|
4
|
CAMPAK
|
-
|
-
|
|
5
|
HEPATITIS(I,II,III)
|
2bln,3bln,4bln
|
Tidak ada
|
|
V. Riwayat tumbuh kembang
1.Pertumbuhan fisik
1.Pertumbuhan fisik
Berat Badan Lahir :3,2 Kg
Berat
Badan saat ini : 12 kg
2. Perkembangan anak :
2. Perkembangan anak :
a. Motorik halus
1. Mulai belajar meraih benda-benda yang ada di dalam jangkauan ataupun
diluar.
2. Menangkap objek atau benda-benda dan menjatuhkannya
3. Memasukkan benda ke dalam mulutnya.
4. Memegang kaki dan mendorong ke arah mulutnya.
5. Mencengkram dengan seluruh
telapak tangan.
b. Motorik kasar
1. Mengangkat kepala dan dada sambil bertopang tangan sejak umur 4
bulan
2. Dapat tengkurap dan berbalik sendiri sejak umur 4,5 bulan.
3. Dapat merangkak mendekati benda atau seseorang sejak umur 5 bulan
4. Dalam tahap belajar duduk
c. Kognitif
1.Tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak
bermain sejak umur bulan
d. Bahasa
Mengeluarkan suara ba, ba, ba sejak umur
5 bulan
VI.Riwayat
nutrisi
1. Pemberian ASI
a.Pertama kali disusui: segera setelah bayi lahir
b.cara pemberian : setiap kali bayi menangis
c.lama pemberian : 2 bulan selanjutnya susu formula
1. Pemberian ASI
a.Pertama kali disusui: segera setelah bayi lahir
b.cara pemberian : setiap kali bayi menangis
c.lama pemberian : 2 bulan selanjutnya susu formula
2.Ada
riwayat pemberian susu formula
3. Pemberian makanan tambahan
a.Pertama kali diberikan : usia 6 bulan
b.jenis : bubur Milna
4.Tumbuh kembang anak normal
3. Pemberian makanan tambahan
a.Pertama kali diberikan : usia 6 bulan
b.jenis : bubur Milna
4.Tumbuh kembang anak normal
VII.Riwayat psikososial
1. Anak adalah anak pertama dari 2 bersaudara dan tinggal bersama orang tua
di
rumah sendiri
2. Lingkungan berada di daerah dekat sawah
4. Ada tempat bermain
5. Tidur bersama keluarga
6. hubungan antara anggota keluarga harmonis
7. pengasuh anak adalah ibunya sendiri bergantian dengan neneknya
2. Lingkungan berada di daerah dekat sawah
4. Ada tempat bermain
5. Tidur bersama keluarga
6. hubungan antara anggota keluarga harmonis
7. pengasuh anak adalah ibunya sendiri bergantian dengan neneknya
VIII.Riwayat spiritual
1.Support sistem dalam keluarga
Orang tua dan keluarga klien selalu berdoa agar klien cepat sembuh dan
diberikan umur yang panjang oleh Allah SWT.
2.Kegiatan keagamaan klien sering diajak oleh orang tuanya dalam
2.Kegiatan keagamaan klien sering diajak oleh orang tuanya dalam
kegiatan keagamaan karena klien sering melihat orang tuanya.
IX.Reaksi hospitalisasi
1.Pemahaman keluarga tentang penyakit anak dan rawat inap
a. ibu membawa anaknya ke puskesmas karena panik melihat anaknya batuk pilek
b. Tim kesehatan (dokter dan perawat) yang merawat telah menceritakan
kepada keluarga
secara umum tentang
keadaan penyakit dan rencana
perawatan anaknya
c.Perasaan orang tua pada saat ini
:takut,cemas,dan khawatir dengan kesehatan klien
2.Pemahaman anak tentang sakit dan rawat inap
Klien sudah mampu mengatakan mengapa ia berada di puskesmas,klien tidak
2.Pemahaman anak tentang sakit dan rawat inap
Klien sudah mampu mengatakan mengapa ia berada di puskesmas,klien tidak
menangis bila ada lain yang tidak ia
kenal berada di dekatnya.
\ X.Kebutuhan
Dasar Khusus Menurut Konsep Virginia Handerson
1. Respirasi
1. Respirasi
Sebelum sakit : Tidak ada gangguan
Saat sakit : anak mengalami batuk pilek serta panas dimalam
hari
2. Nutrisi
Kondisi
|
Selera makan
|
Menu makanan
|
Frekwensi makan
|
Makanan yang disukai
|
Makanan pantangan
|
Cara makan
|
Ritual pada saat makan
|
Sebelum sakit
|
Susah makan
|
Susu formula dan makanan ringan
|
1 x sehari
|
camilan
|
Tidak ada
|
Sudh mandiri
|
Tidak ada
|
Saat sakit
|
Susah makan
|
Hanya makan buah
|
Tidak tentu
|
-
|
-
|
Sebentar dan
gelisah
|
Di suapi
|
3. Cairan
Kondisi
|
Jenis cairan
|
Frekwensi minum
|
Kebutuh-an cairan
|
Cara pemenuhan
|
keterangan
|
Sebelum sakit
|
Susu formulaI+ air putih
|
5x-6x sehari
|
1000-1500 cc
|
peroral
|
Minum susu formula banyak
|
Setelah sakit
|
Infuse dan air putih
|
2 botol infuse dan air putih
|
1000-1500cc/ hari
|
oral dan intravena
|
-
|
4. Eliminasi BAB/BAK
Sebelum sakit : Klien tidak mengalami
gangguan/kesulitan pada saat
BAB/BAK,
frekwensi BAB + 4x/sehari, konsistensi lembek
warna
kuning, BAK + 6x/hari warna tidak diperhatikan, bau
khas
kencing.
Saat sakit : tidak perubahan pada pola
BAK,
tapi sejak kemarin
BAB hanya +2x/hari
dan konsistensi lembek. Tidak
ada kesulitan
Pada BAB/BAK.
5. Aktivitas
Sebelum sakit : Klien tidak mengalami hambatan/kesulitan dalam
Sebelum sakit : Klien tidak mengalami hambatan/kesulitan dalam
pergerakan tubuh.
Saat sakit : Klien tidak mengalami
hambatan / kesulitan dalam
Melakukan aktivitas.
Setelah
terpasang infuse pergerakan anak dibatasi.
6. Kebutuhan istirahat/tidur
Sebelum sakit : Anak biasa tidur setelah mandi
dan makan pagi yaitu
+ pkl
10.00 –
12.00, dan tidur kembali pada pkl 19.00
Saat sakit : Klien tidak bisa tidur dengan nyenyak karena
batuk filek
Serta demam.
7. Mempertahankan temperature
Sebelum
sakit : Anak tidak
pernah mengalami demam karena batuk-pilek
ataupun tanpa penyebab yang jelas.
Saat sakit : Sejak
mulai batuk filek disertai demam. Setelah
dilakukan
pemeriksaan di puskesmas Suhu = 37 C.
8.
Bermain dan rekreasi
Sebelum sakit : Klien aktif bermain dengan
teman sebayanya
Saat sakit : Klien mulai
mengurangi aktivitas bermain.
9. Spiritual : Klien sering di ajak ke tempat
ibadah, \
10. Bekerja
: Belum dapat terkaji karena klien masih
balita
11. Berpakaian : Klien sudah mandiri sehingga pemenuhan
kebutuhan \
Berpakaian tidak dipenuhi oleh ibu dan
pengasuhnya/keluarga
12. Sosial : Sebelum sakit klien biasa diajak bermain dan bersosialisasi
dengan
tetangga dan orang-orang di lingkungan tempat
tinggalnya dan menurut ibunya klien termasuk anak yang
cepat/mudah akrab sehingga tidak rewel
bila di ajak
oleh
orang lain. Saat sakit klien tidak rewel bila ada oranng lain berada
didekatnya.
13.Penyuluhan : Orang tua klien terutama ibunya menerima
informasi dan edukasi tentang kesehatan pada saat
mengikuti kegiatan
Posyandu. Untuk informasi tentang
penyakit anaknya klien mengetahui dari petugas
kesehatan setelah membawa anaknya berobat k puskesmas
14. Emosional
: Sebelum sakit anak
termasuk type anak yang tidak rewel,
Dan pada saat
sakitpun anak tidak rewel.
XI.Pemeriksaan fisik
1.Keadaan umum : CM
2.Tanda-tanda Vital
a. Nadi : 79x/Mnt
b. Suhu : 37/ C
d. Pernapasan : 30 x/Mnt
3.Antropometri
a. Berat badan : 12 kg
4.Sistem
pernapasan
a.Hidung :
a.Hidung :
Simetris kiri & kanan , tampak
adanya secret dan ingus, pernapasan cuping
hidung, tidak ada polip, tidak ada
epistaksis, pernapasan dangkal.
b.Leher :
b.Leher :
tidak tampak
pembesaran kelenjar tyroid ataupun kelenjar limfe
c. Dada :
bentuk dada simetris kiri dan
kanan, pergerakan dada tidak simetris.
d.Suara napas :
Tidak terdengar
bunyi wheezing dan stridor pada lapang paru lobus kiri dan kanan
e.clubbing finger : tidak ada
e.clubbing finger : tidak ada
5.Sistem cardiovaskuler
a. Kongjungtiva
tidak anemia, bibir cyianosis,arteri karotis kuat,tekanan vena
jugularis tidak meninggi.
b. Suara jantung : S1’ Lup’ ,S2’ Dup’.
c. Tidak ada bising aorta & Mur-mur.
d. Capillary Refilling time 2 detik.
6.Sistem pencernaan
a. Selera tidak ikteris,bibir sianosis,tidak ada labioskisis.
b. Mulut tidak stomatitis, tidak ada palatoskisis,
b. Suara jantung : S1’ Lup’ ,S2’ Dup’.
c. Tidak ada bising aorta & Mur-mur.
d. Capillary Refilling time 2 detik.
6.Sistem pencernaan
a. Selera tidak ikteris,bibir sianosis,tidak ada labioskisis.
b. Mulut tidak stomatitis, tidak ada palatoskisis,
c. Gaster tidak kembung dan tidak ada
nyeri tekan
d. Abdomen : Hati tidak teraba, Lien & ginjal tidak teraba.
e. Anus : Tidak lecet, hemoroid tidak teraba.
f. Peristaltik : 40 x/Mnt
7.Sistem panca indera
a. Mata
1). Kelopak mata : Tidak edema
2). Bulu mata : Menyebar
3). Alis : Menyebar
4). Mata : Reaksi terhadap rangsangan cahaya ada
b. Hidung
1). Stuktur hidung simetris kiri & kanan , penciuman baik, tidak ada trauma di
d. Abdomen : Hati tidak teraba, Lien & ginjal tidak teraba.
e. Anus : Tidak lecet, hemoroid tidak teraba.
f. Peristaltik : 40 x/Mnt
7.Sistem panca indera
a. Mata
1). Kelopak mata : Tidak edema
2). Bulu mata : Menyebar
3). Alis : Menyebar
4). Mata : Reaksi terhadap rangsangan cahaya ada
b. Hidung
1). Stuktur hidung simetris kiri & kanan , penciuman baik, tidak ada trauma di
hidung, mimisan tidak ada
2). Ada secret dan ingus yang menghalangi penciuman
c. Telinga
1). Keadaan daun telinga simetris kiri & kanan ,kanal Auditorius
2). Ada secret dan ingus yang menghalangi penciuman
c. Telinga
1). Keadaan daun telinga simetris kiri & kanan ,kanal Auditorius
bersih, serumen tidak ada.
2). Fungsi pendengaran normal ( jika klien di panggil maka ia akan menoleh
2). Fungsi pendengaran normal ( jika klien di panggil maka ia akan menoleh
ke arah suara tersebut.
8.Sistem Saraf
a. Fungsi Serebral
Orientasi,daya ingat,perhatian dan perhitungan tidak diidentifikasi
2.Kesadaran
a.Eyes : 4
b.Motorik : 6
c.Verbal : 5
GCS : 15 (normal 13-15)
a. Fungsi Serebral
Orientasi,daya ingat,perhatian dan perhitungan tidak diidentifikasi
2.Kesadaran
a.Eyes : 4
b.Motorik : 6
c.Verbal : 5
GCS : 15 (normal 13-15)
\
3.
Fungsi Cranial
1.Nervus I (olfaktorius)
Penciuman tidak diidentifikasi
2.Nervus II (optikus)
Visus dan lapang pandang tidak diidentifikasi
3.Nervus III,IV,VI (okulomotorius,troklearis,abducens)
Gerakan otot mata normal
4.Nervus V (trigeminus)
Motorik dan sensorik normal
5.Nervus VII (facialis)
Tidak ada bell falcy
6.Nervus VIII (akustikus)
Pendengaran normal. Keseimbangan tidak diidentifikasi.
7.Nervus IX (glosofaringeus)
Fungsi pengecapan tidak diidentifikasi.
8.Nervus X (Vagus)
Gerakan ovula tidakt diidentifikasi
9.Nervus XI (aksesoris)
Sternocledomastoideus dan trapesius tidak diidentifikasi
10.Nervus XII (hipoglosus)
Gerakan lidah normal
1.Nervus I (olfaktorius)
Penciuman tidak diidentifikasi
2.Nervus II (optikus)
Visus dan lapang pandang tidak diidentifikasi
3.Nervus III,IV,VI (okulomotorius,troklearis,abducens)
Gerakan otot mata normal
4.Nervus V (trigeminus)
Motorik dan sensorik normal
5.Nervus VII (facialis)
Tidak ada bell falcy
6.Nervus VIII (akustikus)
Pendengaran normal. Keseimbangan tidak diidentifikasi.
7.Nervus IX (glosofaringeus)
Fungsi pengecapan tidak diidentifikasi.
8.Nervus X (Vagus)
Gerakan ovula tidakt diidentifikasi
9.Nervus XI (aksesoris)
Sternocledomastoideus dan trapesius tidak diidentifikasi
10.Nervus XII (hipoglosus)
Gerakan lidah normal
c. Fungsi motorik
1.Massa otot : lemah
2.Tonus otot : menurun
3.kekuatan otot : 25%(dapat menggerakan anggota gerak tetapi tidak kuat
1.Massa otot : lemah
2.Tonus otot : menurun
3.kekuatan otot : 25%(dapat menggerakan anggota gerak tetapi tidak kuat
menahan berat dan Tekanan
pemeriksa)
d. Fungsi Cerebellum
Koordinasi dan keseimbangan tidak dapat dikaji.
e. Refleks
Refleks moro(+),Refleks rooting(+),dan Refleks babinski(+)
g. Iritasi Meningen
Tidak ditemukan adanya kaku kuduk,kernig sign, lasaque sign.
9. Sistem Muskuloskeletal
a.Kepala
1.Bentuk : Normal
2.Gerakan : tidak diidentifikasi
b.Vertebrae
Tidak ada kelainan bentuk seperti lordosis,scleosis,kifosis
c.Pelvis
Tidak ada kelainan bentuk seperti,ortholan barlaw’s
d. Fungsi Cerebellum
Koordinasi dan keseimbangan tidak dapat dikaji.
e. Refleks
Refleks moro(+),Refleks rooting(+),dan Refleks babinski(+)
g. Iritasi Meningen
Tidak ditemukan adanya kaku kuduk,kernig sign, lasaque sign.
9. Sistem Muskuloskeletal
a.Kepala
1.Bentuk : Normal
2.Gerakan : tidak diidentifikasi
b.Vertebrae
Tidak ada kelainan bentuk seperti lordosis,scleosis,kifosis
c.Pelvis
Tidak ada kelainan bentuk seperti,ortholan barlaw’s
d.Kaki : simetris dan tidak ada kelainan
e.Tangan
simetris dan tidak ada kelainan
simetris dan tidak ada kelainan
10.Sistem Integument
a.Rambut : hitam,tidak mudah dicabut
b.kulit : sawo matang
kulit pucat,temperatur panas ,teraba
lembab, bulu kulit menyebar.
c.Kuku : warna merah muda, permukan datar,tidak mudah patah,kuku pendek
dan bersih.
11.Sistem Endokrin
a.kelenjar thyroid : tidak ada pembesaran
b.Ekskresi urine berlebihan : tidak ada.
12.Sistem Perkemihan
Edema palpebra tidak ada, edema anasarka tidak ada,moon face tidak
11.Sistem Endokrin
a.kelenjar thyroid : tidak ada pembesaran
b.Ekskresi urine berlebihan : tidak ada.
12.Sistem Perkemihan
Edema palpebra tidak ada, edema anasarka tidak ada,moon face tidak
ada.
13.Sistem Reproduksi : Tidak dikaji
14.Sistem Immune
a.Riwayat alergi tidak diketahui
b.Penyakit yang berhubungan dgn cuaca : batuk dan flu
13.Sistem Reproduksi : Tidak dikaji
14.Sistem Immune
a.Riwayat alergi tidak diketahui
b.Penyakit yang berhubungan dgn cuaca : batuk dan flu
XII. Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium tidak ada
XIII. Therapi Medis
Tidak pernah di terzfi
DIAGNOSA
KEPERAWATAN
ANALISA DATA ANAK”Y” DENGAN FARINGITIS
DI RUANG UNIT GAWAT DARURAT PUSKESMAS
TALIWANG
No
|
Data Fokus
|
Etiologi
|
Problem
|
|||||||||||||||||||||||||||
(1)
|
(2)
|
(3)
|
(4)
|
|||||||||||||||||||||||||||
1
|
DS :
Ibu klien mengeluh anaknya batuk pilek dan demam pada malam hari
DO :
-
Pernafasan 30x/mnt
-
Kesadaran : CM
-
Tensi : -
-
Nadi 79 x / menit
|
Penumpukan secret pada
saluran pernafasan
Mikroorganisme
Masuk ke traktus respiratorius
Masuk ke
Alveoli Infeksi
Traktus
![]() ![]()
Peradangan Mikroorganisme
![]()
Dibufer
oleh
Mukus serta
diekspetorasi
Eksudasi /
![]()
Sputum yang Sputum
Mengandung
Produk reaksi
Informasi
![]()
anak tidak
dapat meludah
Obstruksi saluran pernafasan
Tidak efektifnya bersihan jalan nafas
|
Tidak efektifnya bersihan jalan nafas
|
|||||||||||||||||||||||||||
2
3
|
DS :
-
Ibu mengatakan anaknya batuk pilek
-
Ibu mengatakan anaknya demam pada malam hari
DO :
-
Adanya dispnea
-
Anak kelihatan gelisah
-
Nadi x 9 menit
-
Suhu tubuh 73 0 C
-
Rhonci pada lobus ki/ka
DS :
-
Ibu mengeluh badan anaknya panas,
gelisah, waktu tidur pada malam hari
DO :
-
Badan anak teraba panas
-
Suhu badan 37 0 C
-
|
Alveoli terisi dengan exudat, oedema inflamator,
bakteri dan leukosit.
Mikroorganisme
Masuk melalui saluran pernapasan hingga mencapai
paru-paru
Akhirnya tersangkut dalam alveoli dan
berproliperasi dan memulai proses inflamasi yang mengarah pada konsolidasi
Area
permukaan alveolar yang ada untuk difusi gas berkurang
![]()
Infeksi bakteri
![]()
Prostaglandin meningkat
Set point hypothalamus meningkat
Menggigil, pembuluh darah menyempit
![]()
Suhu tubuh meningkat
|
Gangguan pertukaran gas
Gangguan pengaturan suhu tubuh
|
|||||||||||||||||||||||||||
4.
|
DS :
-
Ibu mengatakan saat sakit ini anaknya lebih banyak gelisa
pada malam hari
DO :
-
Anak nampak sering terbangun
-
Anak batuk pilek
|
Ketidak nyamanan, batuk pilek
Akumulasi
sputum
Merangsang ujung Anak tidak
Syaraf dalam bisa me-
Membran mukosa ludah
Menimbulkan Obstruksi
Reflek batuk saluran
Nafas
Batuk
Sesak /
Dispnea
|
Gangguan pola
istirahat tidur
|
DAFTAR
DIAGNOSA KEPERAWATAN
a.
Tidak efektifnya bersihan jalan napas
berhubungan dengan penumpukan secret pada saluran pernapasan di tandai dengan :
DS :
Ibu klien
mengeluh anaknya batuk filek dan demam pada malam hari
DO :
- Pennafasan cuping hidung.
- Pernafasan 30 x / menit
-
Tidak Ada tarikan dinding dada
- Nadi 79 x / menit
-
Tidak Ada suara stridor dan ronchi pada lobus paru ki/ka
b.
Gangguan pertukaran gas berhubungan
dengan proses penyakit ditandai dengan :
DS :
- Ibu mengatakan anaknya batuk
- Ibu mengatakan anaknya demam
- Ibu mengatakan anaknya gelisah
DO :
-
Adanya
dispnea
-
Anak
kelihatan gelisah
-
Nadi
79 x / menit
-
Suhu
tubuh 37 0 C
-
Ronchi
di lobus ki/ka
c.
Gangguan pengaturan suhu tubuh
berhubungan dengan efek peradangan pada saluran pernafasan ditandai dengan :
DS :
Ibu
mengeluh badan anaknya panas, , gelisah,
DO :
- Badan anak teraba panas
- Terlihat banyak keluar keringat
- Suhu badan 370 C
-
Bibir dan mukosa mulut kering.
d.
Gangguan pola istirahat tidur
berhubungan dengan ketidak nyamanan, batuk berlebihan dan dispneu ditandai
dengan :
DS :
Ibu
mengatakan saat sakit ini anaknya lebih banyak gelisa waktu tidur pada malam
hari
DO :
-
Anak
nampak sering terbangun
-
Anak nampak batuk dan filek.
RENCANA KEPERAWATAN.
- Prioritas Diagnosa Keperawatan
Adapun urutan diagnosa
keperawatan berdasarkan pola kebutuhan dasar manusia menurut hirarki Maslow
adalah sebagai berikut :
a. Diagnosa Keperawatan I
Tidak efektifnya bersihan jalan napas berhubungan dengan inflamasi dan obstruksi saluran pernapasan bagian bawah
b. Diagnosa keperawatan II
Gangguan pertukaran gas
berhubungan dengan edema alveoli
c. Diagnosa Keperawatan
III
Gangguan pengaturan suhu tubuh berhubungan dengan efek peradangan pada
saluran pernafasan
d.
Diagnosa
keperawatan V
Gangguan pola istirahat tidur berhubungan dengan ketidak nyamanan, batuk
berlebihan dan dispneu
2.
Rencana Asuhan Keperawatan
Pada tahap ini perawat
menentukan tujuan, criteria hasil dan intervensi keperawatan untuk
masing-masing diagnosa keperawatan.
Adapun rencana asuhan
keperawatan pada anak adalah seperti yang terdapat dalam tabel berikut :
PELAKSANAAN
CATATAN
KEPERAWATAN ANAK “M” DENGAN PANAS DAN
MUNTAH-MUNTAH
DI
RUANG UNIT GAWAT DARURAT PUSKESMAS TALIWANG
Nama : An y
No. register : 20 20 13
Diagnosa medis :
Pneumonia Berat
Ruang : Melati
Hari/
Tgl/jam
|
No. Diagnosa
Keperawatan
|
Tindakan
Keperawatan
|
Respon/Hasil
|
Paraf
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
Senin
12-1-09
14.30
14.35
14.37
14.40
|
1
dan 2
1
dan 2
1
dan 2
1
dan 3
|
1. Memonitor respirasi dan
denyut nadi, keadaan umum, suhu.
2. Melakukan auskultasi suara nafas.
3. Memberikan posisi semi fowler
4. Mengganti pakaian
pasien dengan pakaian yang longgar dan
menyerap keringat
|
Respirasi 60 x / menit , nadi 140 x / menit, keadaan umum : lemah,
suhu 38 0C
Suara nafas klien tebdengar ronchi dan stridor
Kepala sampai bahu anak disangga dengan bantal sehingg! pepnafasan lebih
mtdah
Abu klhen ikut mengg!n4i pakaian klien dengan yang lebih longgar
|
|
14.45
17.00
17.20
17.30
|
1
dan 2
1
dan 2
4
1
dan 2
1
dan 2
1,2
5
6
6
3
4
4
|
5.
Memantau pemberian oksigen sesuai dengan program terapi
6.
Menganjurkan
ibu untuk tidak memberikan ASI
jika anak sangat sesak / terpasang
oksigen dengan memberikan pengertian dan alas an yang mudah dimengerti
7.
melakukan manajemen terapi pemberian cairan parenteral
8.
Memberikan injeksi Dexa 0, 3 cc
dan amino 4 mg/IV, memberikan obat
oral : PCT syr ¾ cth + pulv 1 bks sesuai rencana terapi medik
9.
Memonitor keadaan umum , pernafasan, suhu, denyut nadi
.
10. Mengobservasi warna
kulit , membran mukosa dan kuku
11. Menjelaskan kepada
keluarga agar berkunjung dengan cara bergantian, agar anak bisa istirahat.
12. Menganjurkan kepada ibu
untuk menggendong anak dengan hati-hati
13. Menganjurkan keluarga
untuk membawa mainan kesukaan anak dan diberikan bila keadaan klien membaik
14. Membantu tindakan
kenyamanan untuk menurunkan demam dan menggigil, dengan suhu ruangan yang
nyaman, membantu memberikan kompres hangat
15. Observasi tanda-tanda dehidrasi
16. Mengobservasi pemberian
terapi cairan parenteral dan intake nutrisi (ASI) secara bertahap dan intens
|
Oksigen /nasal kanul terpasang 1
liter / menit
Ibu mengerti dan kooperatif
Cairan terpasang D5% 14 tts/mnt/mikro, tetesan lancar, lokasi infuse baik
dan tidak hematoma.
Obat masuk tidak ada reaksi alergi
Keadaan umum lemah, nafas cuping hidung, ada
tarikan dinding dada, batuk, nafas cepat, pernafasan 52 x / menit, nadi 140 x
/ menit
Tidak ditemukan adanya cianosis perifer dan
sentral
Keluarga mengerti dan kooperatif
Ibu mengatakan anaknya masih rewel dan sesak
Keluarga tampak mengerti dan kooperatif
Ventilasi ruangan baik, kompres hangat terpasang
di daerah tengkuk dan axilla, klien kooperatif
Anak tampak lemah, Mata tampak cowong, turgor kulit normal, UUB tidak
cekung
IVFD D5% terpasang 14 tts/mnt/mikro
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
21.00
04.00
|
1,2
1,2
|
11.
Memberikan injeksi Cefotaxime 350 mg/
12. Memberikan injeksi
Dexa 0, 3 cc dan
amino 4 mg/IV
|
Obat masuk tidak ada reaksi alergi
Obat masuk tidak ada reaksi alergi
|
Tim Perawat jaga
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
Selasa
13-01-09
08.00
09.00
10.15
10.20
11.00
12.00
19.00
21.00
|
1,2 dan 3
1,2,3
5
4
7
1,2,3
7
2,3
1,2
1,2
|
1. Memonitor respirasi dan
denyut nadi, keadaan umum, suhu.
2. Memberikan injeksi
Cefotaxime 350 mg/IV, memberi obat oral PCT syr dan pulv.
3. mengevaluasi respon
pasien terhadap kurang tidur, peningkatan kelemahan / ketahanan
4. Menganjurkan ibu untuk
memberi ASI sebatas kemampuan anak
5. Memberikan penjelasan
kepada keluarga mengenai:
a.
Kondisi anak, penyebab penyakitnya, tanda dan gejala
serta cara perawatan
b. tanda-tanda kekambuhan
penyakit misalnya demam, nafas sesak,
batuk, pucat , nafsu makan berkurang, perubahan tingkah laku / kebiasaan.
6.
meminta keluarga untuk mengulang penjelasan yang telah
diberikan
7.
memberi
reinforcement kepada ibu serta mengulang penjelasan
8.
Memonitor
temperatur tubuh anak dan keadaan umum anak
9. Memberi
injeksi
Memberikan
injeksi
Dexa 0, 3 cc dan
amino 4 mg cc/IV dan obat oral PCT syr dan pulv.
5. Mengingatkan kembali
bagi para keluarga yang
berkunjung agar memberikan kesempatan kepada anak untuk
istirahat
6. Memberikan obat oral
PCT syr dan pulv.
7. Memberikan
injeksi
Dexa 0, 3 cc dan
amino 4
mg/IV
8. Memonitor keadaan umum
, pernafasan, suhu, denyut nadi.
9. melakukan manajemen
terapi pemberi injeksi Cefotaxime 350 mg/IV sesuai program medic
|
Respirasi 52 x / menit , nadi 132 x / menit, keadaan umum : lemah,
suhu 38 0C
Tidak ada lap reaksi alergi
Klien tampak tenang dan tidak rewel
ASI diberikan, daya isap anak cukup kuat + 5 mnt
Keluarga tampak mengerti dan interest dengan
penjelasan yang diberikan
Ibu klien mampu mengulang sebagian dari
penjelasan yang telah diberikan
Keluarga tampak menunjukkan ekspresi senang
Respirasi 52 x / menit , nadi 132 x / menit, keadaan umum : lemah,
suhu 38 0C
Obat masuk dengan baik dan tidak ada reaksi alergi
Obat masuk tidak ada reaksi alergi
Temperatur anak 38 0C , Nadi 132 x /
mt , pernafasan 56 x / mt, keadaan umum anak lemah
Obat masuk dengan baik dan tidak ada respon
alergi
|
Perawat jaga
Perawat jaga
Perawat jaga
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
Rabu,
14
-01-09
08.00
09.00
10.00
17.00
21.00
|
1,2
1,2 dan 3
|
1.
Mengobservasi pemberian oksigen dan
tetesan infuse
2.
Memonitor keadaan umum , pernafasan,
suhu, denyut nadi .
3.
Memberikan obat oral pulv.
4.
Memberikan injeksi Dexa 0, 3 cc
dan amino 4 mg/IV
5. melakukan manajemen
terapi pemberi injeksi Cefotaxime 350 mg/IV sesuai program medic
6. mengevaluasi respon
pasien terhadap kurang tidur, peningkatan kelemahan / ketahanan
7. memantau intake dan output
8.
Memonitor keadaan umum , pernafasan,
suhu, denyut nadi.
9.
Memberikan obat oral PCT syr dan
pulv.
10.
Memberikan injeksi Dexa 0, 3 cc
dan amino 4 mg/IV
11. memberi injeksi Cefotaxime 350 mg/IV sesuai program medik
|
O2 terpasang 3 liter /
menit , infus D5% 14 tetes / menit mikro
Keadaan umum baik, tidak ada nafas cuping hidung , masih ada tarikan
dinding dada, batuk,tapi tidak ada nafas cepat, pernafasan 54 x / menit, nadi
120 x / menit, suhu axila 37 0C,
Obat masuk tidak ada alergi
Klien tampak lebih aktif dan tidak rewel serta tidak menunjukkan respon
menolak pada saat dikinjungi oleh perawat atau dokter
Klien sudah kuat menyusui, makanan tambahan belum diberikan. Output BAB 1x, BAK
x,muntah ( -)
RR= 54 x / menit, nadi 120 x / menit,
suhu axila 37 0C
Obat masuk
dengan baik dan tidak ada reaksi alergi
|
Perawat
jaga
|
Kamis,
15-01-09
08.00
08.30
09.00
|
1,2,3
4
1,2,3
|
1. Memonitor respirasi dan
denyut nadi, keadaan umum, suhu.
2. Mengobservasi intake dan output
3. Memberikan injeksi Cefotaxime 350 mg/IV, memberi
obat oral pulv.
4. Up infuse dan lanjutkan terapi oral sesuai rencana
terapi
5. Klga meminta rawat jalan
6. Mengevaluasi pemahaman
ibu tentang tanda-tanda kekambuhan penyakit dan mengulangi penjelasan
7. Mempersiapkan discharge
planning
|
RR= 54x/ menit, nadi 120 x/menit,
suhu axila 37 0C, tarikan dinding dada (+), nafas cuping
hidung negatif
ASI kuat, tanda-tanda dehidrasi tidak ada
Obat masuk dengan baik dan tidak ada respon
alergi
Ibu mampu menyebutkan tanda-tanda kekambuhan dan
tindakan yang harus dilakukan
|
|
CATATAN PERKEMBANGAN ANAK “R”
DI RUANG MELATI
RSUD PRAYA
Nama : YAHYA
No. register : 20 20 13
Diagnosa medis
: Pneumonia Berat
Ruang : Cempaka
Hari/tgl/
Jam
|
No
Diagnosa keperawatan
|
Catatan
Perkembangan
|
Tanda
Tangan
|
1
|
2
|
3
|
4
|
Rabu,
14-01-09
|
1
|
S :
Ibu mengatakan anak sudah tidak sesak, batuk sesekali , serta tidak pilek
lagi.
O : - Tarikan dinding dada minimal
- Tidak ada pernapasan cuping hidung.
- Riak encer
- Pernapasan 52 x/ menit
- Nadi 100x/mt
A : Masalah teratasi sebagian
P :
lanjutkan intervensi 8 dengan terapi oral
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
Rabu,
14-01-09
|
2
|
S
: Ibu mengatakan anaknya tidak batuk dan sesak lagi
O
: Tidak ada dispneu, tidak ada gerakan cuping hidung, masih terdengar ronchi,
stridor(-), wheezing(-)
A : Masalah teratasi sebagian
P :
Lanjutkan intervensi 4 dengan terapi kausal oral
|
|
Selasa/
13-01-09
|
3
|
S : Ibu mengatakan badan anaknya masih
teraba panas
O : - Suhu tubuh 38 C
- Badan
teraba panas
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan dengan observasi tanda-tanda kejang/komplikasi
lain
|
|
Rabu,
14-01-09
|
4
5
|
S= Ibu
mengatakan anaknya sudah kuat menyusui dan tidak rewel, tapi belum berani
diberikan makanan tambahan takut anak tersedak
O= mata tidak cowong, turgor kulit kembali cepat,UUB
tidak cekung
A= tidak terjadi
gangguan kekurangan nutrisi dan cairan
P=
Lanjutkan intervensi rencana 5 dan 6 dengan melibatkan keluarga
S :
Ibu mengatakan anaknya dapat tertidur
seperti pola tidur biasanya, walaupun kadang terbangun karena lingkungan yang
berisik selanjutnya akan mencoba tidur kembali.
O : Anak tidak
nampak
lemah atau letih
yang berlebihan.
Tidak ada dispnea,
A= Masalah teratasi
P=
Lanjutkan intervensi 2 dan 4 melalui KIE pada klga terutama ortu
|
|
Selasa,
13-01-09
Rabu,
14-01-09
Selasa,
13-01-09
|
6
7
|
S : Ibu mengatakan anaknya sudah takut lagi dengan orang-orang
asing baginya.
O :
-
Anak
tampak kooperatif dan tidak tampak rewel
-
Anak
tidak takut pada petugas kes maupun klga pasien lain
A
: Masalah teratasi
P :
Lanjutkan intervensi 2 (melakukan terapi
bermain u/ meminimalisir efek hospitalisasi sehingga prog Tx maint bs
dilaksanakan)
S : Ibu mengatakan sudah tidak cemas lagi
O : Ibu nampak
rileks
A
: Masalah teratasi
P :
Intervensi dilanjutkan dengan KIE pada klga agar mendukung rencana Tx
dan perawatan lanjutan.
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar