Jumat, 23 September 2011

DISCARGE PLANNING

Discharge Planning adalah suatu proses dimana mulainya pasien mendapatkan pelayanan kesehatan yang diikuti dengan kesinambungan perawatan baik dalam proses penyembuhan maupun dalam mempertahankan derajat kesehatannya sampai pasien merasa siap untuk kembali ke lingkungannya. Discharge Planning menunjukkan beberapa proses formal yang melibatkan team atau memiliki tanggung jawab untuk mengatur perpindahan sekelompok orang ke kelompok lainnya (RCP,2001).
Perawat adalah salah satu anggota team Discharge Planner, dan sebagai discharge planner perawat mengkaji setiap pasien dengan mengumpulkan dan menggunakan data yang berhubungan untuk mengidentifikasi masalah actual dan potensial, menentukan tujuan dengan atau bersama pasien dan keluarga, memberikan tindakan khusus untuk mengajarkan dan mengkaji secara individu dalam mempertahankan atau memulihkan kembali kondisi pasien secara optimal dan mengevaluasi kesinambungan Asuhan Keperawatan. Merupakan usaha keras perawat demi kepentingan pasien untuk mencegah dan meningkatkan kondisi kesehatan pasien, dan sebagai anggota tim kesehatan, perawat berkolaborasi dengan tim lain untuk merencanakan, melakukan tindakan, berkoordinasi dan memfasilitasi total care dan juga membantu pasien memperoleh tujuan utamanya dalam meningkatkan derajat kesehatannya.

Tujuan Discharge Planning
Adalah meningkatkan kontinuitas perawatan, meningkatkan kualitas perawatan dan memaksimalkan manfaat sumber pelayanan kesehatan. Discharge Planning dapat  mengurangi hari rawatan pasien, mencegah kekambuhan, meningkatkan perkembangan kondisi kesehatan pasien dan menurunkan beban perawatan pada keluarga dapat dilakukan melalui Discharge Planning ( Naylor, 1990 ). Dan menurut Mamon et al (1992), pemberian discharge planning dapat meningkatkan kemajuan pasien, membantu pasien untuk mencapai kualitas hidup optimum sebelum dipulangkan, beberapa penelitian bahkan menyatakan bahwa discharge planning memberikan efek yang penting dalam menurunkan komplikasi penyakit, pencegahan kekambuhan dan menurunkan angka mortalitas dan morbiditas (Leimnetzer et al,1993: Hester, 1996)
Seorang Discharge Planners bertugas membuat rencana, mengkoordinasikan dan memonitor dan memberikan tindakan dan proses kelanjutan perawatan (Powell,1996). Discharge planning ini menempatkan perawat pada posisi yang penting dalam proses pengobatan pasien dan dalam team discharge planner rumah sakit, pengetahuan dan kemampuan perawat dalam proses keperawatan dapat memberikan kontinuitas perawatan melalui proses discharge planning                    ( Naylor,1990 ) . Perawat dianggap sebagai seseorang yang memiliki kompetensi lebih dan punya keahlian dalam melakukan pengkajian secara akurat,  mengelolahdan memiliki komunikasi yang baik dan menyadari setiap kondisi dalam masyarakat. (Harper, 1998 ).

Dasar-dasar rencana penyuluhan dalam Discarge Planning pada ibu Nifas:
I. BAYI
Perawatan Bayi Baru Lahir
madayu
Berapa lama tali pusat akan lepas? Apa yang harus dilakukan sebelum lepas?
Ada tali pusat yang lepas dalam waktu 5 hari, 7 hari, bahkan dua minggu. Perawatannya sangat sederhana. Mandikan bayi, gosok tali pusat dengan sabun. Keringkan dan bersihkan dengan alkohol 70 persen. Biarkan dalam keadaan terbuka, tak usah dibungkus-bungkus, kecuali infeksi. Jadi, jangan dipakaikan bedak, abu gosok atau dikunyahin sirih dan sebagainya. Nanti malah jadi tetanus dan sarang kuman.
Penggunaan antiseptik pun tak lagi dianjurkan, karena ada kandungan yodium. Kalau pemberiannya berlebihan menyebabkan gangguan terhadap pertumbuhan gondoknya. Pemakaian alkohol pun hanya digunakan sesudah mandi pagi dan sore.
Betulkah minyak kayu putih tak boleh diberikan sebelum anak usia 3 tahun?
Pemberian minyak kayu putih pada usia berapa saja tak masalah. Hanya ada dua faktor; seberapa besar konsentrasinya dan seberapa iritatif serta sensitif kulit si bayi. Tentunya konsentrasi minyak kayu putih yang asli, misal, dari Ambon, akan berbeda dengan yang sudah campuran. Yang asli akan terasa makin pedas. Faktor iritasi yang ditimbulkan pun berbeda. Semakin asli semakin beruntusan kulitnya.
Jadi, tak ada larangan orang tua memakaikan minyak kayu putih pada bayinya, tergantung seberapa iritatif dan sensitif kulitnya. Apalagi pori-pori kulit bayi lebih kecil dibanding pori-pori orang dewasa. Pori-pori ini digunakan untuk pernapasan kulit. Jika pori-pori tertutup dengan minyak, tak terjadi pernapasan kulit. Akibatnya, kulit jadi kemerahan. Solusinya, tak usah diberi obat macam-macam. Mandikan saja dan dikeringkan.
Bagaimana dengan pemberian bedak pada bayi?
Sebetulnya di Indonesia tak perlu penggunaan bedak, baby oil, baby lotion, dan segala macam. Sebab, tingkat kelembabannya tinggi, hingga permukaan kulit tak pernah kering.
Praktek lain yang salah tentang bedak yaitu digunakan untuk membersihkan bekas kencing atau daerah-daerah yang basah karena keringat. Padahal, campuran bedak dan keringat adalah media yang baik untuk tumbuh kuman. Sementara permukaan kulit sendiri sudah penuh kuman. Itu sebab, bila tak mandi, terjadi pembusukan oleh bakteri yang ada di permukaan kulit. Apalagi di lipatan-lipatan seperti leher, selangkangan, yang lebih cepat terjadi pembusukan.
Memang tak menyebabkan kematian, tapi banyak beruntusan, dan kadang ada nanah-nanah kecil di lipatan seperti leher. Solusinya, bayi dimandikan. Jangan pakai air panas, kecuali di daerah yang dingin sekali. Pakailah sabun bayi atau sabun khusus, selain untuk membersihkan juga menghambat tumbuhnya kolonisasi kuman.
Bolehkah pemberian minyak kelapa pada biang keringat?
Tidak, karena akan menutup pori-porinya.

Berapa kali bayi buang air besar dalam sehari?
Bila bayi minum ASI, BAB-nya bisa 12-15 kali dalam sehari. Bahkan, kadang sambil menyusu pun ia BAB, karena enzim pencernaannya belum bekerja baik, gerakan peristaltik ususnya bekerja terus dan lebih hebat, hingga waktu menyusu dia langsung BAB otomatis saja. Semakin berjalannya waktu, enzimnya semakin sempurna, ASI-nya makin bisa ditahan untuk diserap dulu dan sisanya baru dibuang. Jadi, bayi sering BAB bukan mencret, mau pintar atau ngenteng-ngentengin badan.
Bagaimana kalau bayi diare?
Kalau mencret pasti ada lendir dan darah, jadi ada luka. Di bawah usia sebulan, mencret pada bayi adalah tanda infeksi. Ibu harus hati-hati. Sebelumnya bayi kelihatan tak mau minum, rewel dan menangis. Anak yang diare harus minum obat. Selama bayinya tak muntah, pemberian ASI bisa menolong.
Bolehkah bayi tidur di ruang ber-AC?
Tak apa-apa, misal, dengan suhu 24-23 derajat Celcius atau bahkan 16 derajat Celcius, tak masalah. Kalau ibu merasa mungkin bayinya kedinginan, bisa diselimuti. Pemakaian kipas angin pun boleh.
Benarkah bayi menangis berarti melatih paru-parunya?
Bayi menangis karena ada sesuatu seperti kaget, kolik. Jadi, tak ada hubungannya dengan latihan paru-paru. Malah kalau terlalu banyak menangis akan buang energi dan si bayi jadi lemas.
Bagaimana mengatasi bayi kembung? Perlukah pemakaian minyak telon?
Bayi ditelungkupkan/ditengkurapkan. Kalau banyak angin di perutnya, akan keluar kentut. Sebab, dengan ditelungkupkan, gas di perut akan mencari tempat yang lebih tinggi untuk kemudian keluar.
Pemakaian minyak telon jika berdasarkan keyakinan ibu tak apa-apa, maka silakan. Asal tahu, minyak telon bisa menyebabkan kulit bayi merah-merah, meski tak membahayakan. Tapi memang itu sifatnya iritasi.
Bagaimana membersihkan alat kelaminnya?
Bersihkan dengan cebok dan pakai sabun. Saat mandi, bayi laki-laki bagian kulupnya ditarik dan dibersihkan pakai sabun, karena banyak sisa-sisa kencing. Apalagi bila pakai pampers. Bisa juga membersihkannya sehabis pipis, bayi dipegangi di wastafel, bersihkan bekas pipisnya dengan air keran yang mengalir, pakaikan sabun, keringkan dan pakaikan celana pendek.
Bolehkah bayi diurut?
Tidak, karena tak ada gunanya. Kalau bayinya jatuh, tampak kesakitan dan tak bisa diam atau nangis-nangis, maka rontgen saja, tak usah diurut-urut.
Berat badan saya naiknya banyak, bolehkah setelah melahirkan saya diet?
Selama hamil, kenaikan berat badan memang harus diatur agar jangan jadi darah tinggi. Tapi, kalau selama menyusui sebaiknya tidak diet karena nanti ASI-nya jadi tak banyak. Kalau sudah selesai masa menyusui, silakan.
Cara memandikan bayi dengan air hangat (37 -38 ° celsius)
·         membersihkan mata dari dalam ke luar
·         membersihkan kepala bayi (bayi masih berpakaian lalu keringkan)
·         buka pakaian bayi, beri sabun dan celupkan ke dalam air.
Tanda-tanda dan gejala penyakit, misalnya :
·         letargi ( bayi sulit dibangunkan )
·         demam ( suhu > 37 ° celsius)
·         muntah (sebagian besar atau seluruh makanan sebanyak 2 x)
·         diare ( lebih dari 3 x)
·         tidak ada nafsu makan.
(Konsultasi Ahli mengenai "Perawatan Bayi Baru Lahir", dengan pakarnya, dr. Eric Gultom, Sp.A dari Sub bagian Neonatologi RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Dedeh Kurniasih.Foto : Dint's(nakita))








I. IBU
PENYULUHAN PERAWATAN PERINEUM

TUJUAN
Rasa nyaman terpenuhi / bersih
Tidak terjadi infeksi
Nyeri berkurang
ALAT-ALAT PERAWATAN PERINEUM
Betadine
Kassa steril
Pembalut bersih
Air cebok anti septik/air rebusan daun sirih
Celana dalam yang bersih
CARA KERJA
·         Melakukan cuci tangan
·         Mengatur posisi ibu yang nyaman : jika di tempat tidur posisi semifowler/fowler, lutut ditekuk
·         Membuka baju bagian bawah
·         Membersihkan paha bagian atas dan keringkan ( kiri dan kanan )
·         Bersihkan lipatan bagian atas ( labia mayora ). Tangan kiri menarik lipatan ke atas, tangan kanan membersihkan dengan hati-hati lipatan kulit. Usap dari perineum kearah anus. Ulangi pada sisi yang berlawanan
·         Regangkan lipatan bagian atas ( labia mayora) dengan tangan kiri. Tangan kanan yang lain membersihkan dari area bagian atas lipatan ( pubis ) ke lubang tempat buang air besar ( anus ) dengan satu kali usapan. Gunakan kapas yang berbeda. Area yang dibersihkan yaitu lipatan bagian dalam ( labia minora , klitoris dan oripicium vagina )
·         Tuangkan air hangat ke area perineum dan keringkan
·         Merubah posisi dengan posisi miring
·         Bersihkan area anus dari kotoran dan feses jika ada. Bersihkan dari arah depan (vagina) ke belakang (anus) dengan satu usapan. Ulangi dengan kapas yang berbeda sampai bersih
·         Keringkan dengan handuk. Pasang pembalut pada celana dalam. Celupkan pada kassa steril ke dalam larutan NaCl, peras lembab dan tempelkan di daerah perineum ( bila ada jahitan ) atau bila ada salep oleskan
·         Pasang celana dalam yang sudah dipasang pembalut, kemudian dirapihkan
·         Pakai pakaian bawah
·         Cuci tangan
HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN OLEH  IBU :
ü  Menjaga perineum selalu bersih dan kering
ü  Hindari penggunaan obat-obat tradisional pada perineum
ü  Cuci perineum dengan sabun dan air bersih yang mengalir 3-4 kali perhari
ü  Kembali dalam seminggu untuk memeriksa penyembuhan (jika ada luka episiotomi). Ibu harus kembali lebih awal jika ia mengalami gejala-gejala seperti demam, mengeluarkan cairan yang berbau bususk dari daerah lukanya atau jika daerah tersebut menjadi nyeri


SENAM NIFAS

PENGERTIAN
Senam nifas adalah senam yang dilakukan ibu-ibu setelah melahirkan setelah keadaan tubuhnya pulih kembali.
TUJUAN
Senam nifas bertujuan untuk mempercepat penyembuhan, mencegah timbulnya komplikasi, memulihkan dan menguatkan otot-otot punggung, otot dasar panggul dan otot perut.
TATA CARA MELAKUKAN SENAM NIFAS
Senam nifas ini merupakan latihan yang tepat untuk memulihkan tubuh ibu dan bermanfaat juga untuk memulihkan keadaan ibu baik psikologis maupun fisiologis. Latihan ini dapat dimulai sejak hari 1 setelah melahirkan hingga minggu ke enam setelah melahirkan. Latihan ini dilakukan dalam waktu 5-10 kali hitungan setiap harinya dan akan meningkat secara perlahan-lahan. Senam nifas ini dilakukan dengan berbagai macam gerakan dan setiap gerakan mempunyai manfaat sendiri. Gerakan-gerakan tersebut terdiri dari:
Latihan hari I (6-24 jam setelah melahirkan) :
A. Latihan pernafasan perut :
*      Ambil sikap tidur terlentang, satu tangan di atas perut sedangkan tangan yang lain di atas dada untuk membedakan nafas perut dan dada, dengan kedua lutut ditekuk.
*      Tarik nafas dari hidung tahan dengan otot perut dikembungkan tidak menggunakan otot dada.
*      Keluarkan  udara lewat mulut dengan cara meniup perlahan-lahan, perut dikempeskan dan tahan selama 3-5 detik, kemudian istirahat.
*      Lakukan latihan ini sebanyak 10 kali pada pagi dan sore hari.
B. Latihan otot-otot dasar panggul dan bokong
*      Tidur terlentang dengan kedua tangan disamping badan, kedua lutut ditekuk.
*      Tekan punggung ke kasur  sambil mengerutkan panggul seperti menahan kencing 3-5 detik
*      Perlahan-lahan dikendurkan dan bernafas biasa.Ulangi latihan sampai 10 kali dilakukan pagi dan sore hari
C. Latihan pergelangan kaki caranya :
*      Tidur terlentang dengan kedua kaki lurus
*      Gerakkan kedua kaki ke depan dan kebelakang (fleksi & ektensi) bergantian dengan hitungan 3-5 detik, sampai betis terasa tertarik. Lakukan sebanyak 10 kali.
*      Beristirahat
*      Lanjutkan dengan gerakan berputar, arahnya 5 kali keluar dan 5 kali kedalam.
latihan hari II (24-48 jam sesudah melahirkan)
A. Latihan otot leher
*      Tidur terlentang dengan bantal tipis (datar) kedua lengan disisi badan,kedua lutut ditekuk.
*      Angkat kepala sehingga dagu dapat menyentuh dada sejauh dimungkinkan dan tahan selama 3 detik.
B. Latihan otot punggung dan otot perut
*      Tidur terlentang dengan kedua lutut ditekuk
*      Sambil tarik nafas dalam, angkat kepala dan bahu, perlahan- lahan tangan meraih lutut sehingga terangkat 15-20 cm.
*      Setelah hitungan 5 detik, perlahan-lahan kepala dan bahu diturunkan seperti posisi semula.
*       Latihan dilakukan 2 kali sehari kemudian istirahat.
C. Latihan otot punggung dan otot dada
*      Tidur terlentang, kedua lutut ditekuk dan kedua tangan lurus di samping kiri dan kanan.
*      Angkat kedua lengan lurus ke atas dada, tahan 3 detik kemudian kembali ke posisi semula. Ulangi sampai 10 kali kemudian beristirahat.
*      Angkat kedua lengan ke depan dada, tekuk siku,kemudian kedua telapak tangan saling menekan, pertahankan selama 3 menit, rileks ulangi sampai 10 kali dan istirahat.
Latihan hari III (48 jam sesudah melahirkan sampai 6 minggu)
Latihan hari pertama atau kedua dilanjutkan
A. Latihan otot pinggang dan otot panggul
*      Tidur terlentang dengan kedua lutut ditekuk.
*      Pertahankan bahu dan dada datar, secara perlahan-lahan gerakkan ke arah samping kiri tubuh sampai menyentuh kasur. Pertahankan 3-5 detik.
*      Pertahankan lutut dengan menggerakkan secara halus kearah kanan/ berlawanan,pertahankan 3-5 detik.
*      Kembali ke posisi semula dan beristirahat. Lakukan latihan ini 5 ke kanan dan 5 ke kiri
B. Latihan otot pinggang atau otot panggul
*      Tidur terlentang,  kedua lutut ditekuk,kedua tangan disamping dan telapak kaki rata dengan tempat tidur.
*      Panggul dinaikkan seperti dalam gambar. Kedua kaki menahan tubuh, dilakukan perlahan-lahan tahan 3-5 detik.
*      Turunkan panggul ke posisi semula, lakukan latihan ini 2 kali sehari.
C. Latihan otot pinggang dan otot panggul:
Cara I:
*      Tidur terlentang, lutut kiri lurus,lutut kanan ditekuk.
*      Badan bagian atas dipertahankan tetap lurus, gerakan lutut kanan ke samping kiri secara perlahan sampai menyentuh bagian tepi kiri, pertahankan selama 3 detik.
*      Kembali ke posisi semula dan istirahat.
*      Ganti lutut kanan lurus dan lutut kiri ditekuk, arahkan lutut kiri ke tepi kanan, pertahankan selama 3 detik.
*      Kembali ke posisi semula,latihan dilakukan 10x.
Cara II:
*      Tidur terlentang,lutut kiri lurus, kaki kanan disilangkan ke arah kiri sesuai kemampuan ibu. Badan bagian atas dipertahankan tetap, pertahankan selama 3 detik.
*      Kembali keposisi semula dan istirahat.
*      Ganti lulut kanan lurus dan kaki kiri disilangkan ke arah kanan, pertahankan selama 3 detik.
Latihan untuk pengembalian rahim ke bentuk dan tempat semula
Ø  Tidur tengkurap, dua bantal menyangga perut,satu bantal menyangga punggung kaki. Kepala
Ø  Menoleh ke samping kiri atau kanan, tangan sedikit dibengkokkan.
Ø  Lakukan satu kali setiap hari sampai tertidur




PERAWATAN PAYUDARA

Pengertian
Perawatan payudara saat hamil adalah merawat sedini mungkin payudara ibu pada saat kehamilan untuk mempersiapkan payudara sebagai penghasil ASI serta kebersihannya dan tehnik perawatannya.
Waktu melakukan perawatan payudara
Perawatan kebersihan payudara dilakukan sedini mungkin selama kehamilan, sedangkan untuk massage dimulai pada saat kehamilan mencapai usia 28 minggu, hal ini bertujuan supaya uterus tidak berkontaksi secara berlebihan akibat rangsangan dari massage di payudara.
1.         Guna ASI
-   Membantu proses involusi, yaitu pengembalian kandungan yang tadinya ditempati oleh janin ibu, karena ibu meneteki maka perut ibu akan terasa mulas, hal ini merupakan tanda kandungan ibu mulai menyusut dan akan kembali ke ukuran normal pada saat belum hamil.
-   Menjalin kasih sayang antara ibu dan anak.
-   Meneteki sendiri merupakan cara yang mudah dan murah dalam memberikan susu pada bayi.
-   ASI adalah makanan yang paling cocok untuk bayi anda.
-   Di dalam ASI terkandung sumber daya tahan terhadap beberapa penyakit.
-   Mencegah terjadinya kanker payudara.
2.         Tehnik perawatan payudara
Kita siapkan alat sesuai dengan kebutuhan, yaitu:
Waskom 2 buah, handuk, spuit 10 cc untuk menarik puting susu yang masuk, kapas, kassa, minyak kelapa atau baby oil.
      Langkah-langkahnya:
-   Kompres puting susu dengan menggunakan kapas minyak/ baby oil selama    + 3 menit yang bertujuan agar daki terlepas, kemudian kita memilin puting susu sebanyak 20 kali masing-masing puting yang bertujuan agar saluran susu tidak tersumbat oleh air yang mengering. Pada saat kita menekan daerah lingkaran hitam pada sekitar puting jika keluar air susu maka saluran susu pada puting tidak buntu lagi.
-   Kemudian kita lakukan pengurutan pada kedua payudara dengan cara, kita berikan baby oil atau minyak, kemudian tangan kiri menyangga payudara dan yang kanan mengurut payudara dari atas ke bawah dari pangkal ke ujung dan hal ini dilakukan pada kedua payudara.
-   Khusus pada ibu yang putingnya tidak rata atau masuk ke dalam maka perlu ditarik dengan menggunakan spuit 10 cc yang telah di potong pada ujungnya yang lancip, penggunaannya  balik spuit dengan bekas potongan menghadap keluar dan yang tidak terpotong menghadap ke payudara kemudian ditarik secara perlahan-lahan secara berulang-ulang.
-   Kemudian puting digesek-gesekan pada handuk kasar yang bertujuan agar ibu beradaptasi terhadap mulut bayi, karena pada saat meneteki nanti puting ibu akan bersentuhan dengan lidah bayi dan lidah bayi ini kasar.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar